Senin, 14 Juni 2010
Kamis, 25 Maret 2010
Darlin Simanullang
Arus adalah pergerakan massa air secara vertikal dan horizontal sehingga menuju keseimbangannya, atau gerakan air yang sangat luas yang terjadi di seluruh lautan dunia (Hutabarat dan Evans, 1986). Arus juga merupakan gerakan mengalir suatu massa air yang dikarenakan tiupan angin atau perbedaan densitas atau pergerakan gelombang panjang (Nontji,1987). Pergerakan arus dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain arah angin, perbedaan tekanan air, perbedaan densitas air, gaya coriolis dan arus ekman, topografi dasar laut, arus permukaan, upwellng , downwelling.
Selain angin, arus – arus dipengaruhi oleh paling tidak tiga faktor, yaitu (sahala hutabarat,1986) : 1.Bentuk Topografi dasar lautan dan pulau – pulau yang ada di sekitarnya : Beberapa sistem lautan utama di dunia sibatasi oleh massa daratan dari tiga sisi dan pula oleh arus equatorial counter di sisi yang keempat. Batas – batas ini menghasilkan sistem aliran yang hampir tertutup dan cenderung membuat aliran mengarah dalam suatu bentuk bulatan.
2.Gaya Coriollis dan arus ekman : Gaya Corriolis mempengaruhi aliran massa air, di mana gaya ini akan membelokkan arah mereka dari arah yang lurus. Gaya corriolis juga yangmenyebabkan timbulnya perubahan – perubahan arah arus yang kompleks susunannya yang terjadi sesuai dengan semakin dalamnya kedalaman suatu perairan.
3.Perbedaan Densitas serta upwelling dan sinking : Perbedaan densitas menyebabkan timbulnya aliran massa air dari laut yang dalam di daerah kutub selatan dan kutub utara ke arah daerah tropik.
Adapun jenis – jenis arus dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu : 1.Berdasarkan penyebab terjadinya Arus Ekman : Arus yang dipengaruhi oleh angin Arus termohaline : Arus yang dipengaruhi oleh densitas dan gravitasi Arus pasut : Arus yang dipengaruhi oleh pasut Arus Geostropik : Dipengaruhi oleh gradien tekanan mendatar dan gaya coriolis Wind Driven Current : Dipengaruhi oleh pola pergerakan angin dan terjadi pada lapisan permukaan
2.Berdasarkan Kedalaman Arus permukaan : Terjadi pada beberapa ratus meter dari permukaan, bergerak dengan arah horizontal dan dipengaruhi oleh pola sebaran angin Arus dalam : Terjadi jauh di dasar kolom perairan, arah pergerakannya tidak dipengaruhi oleh pola sebaran angin dan mambawa massa air dari daerah kutub ke daerah ekuator
Cekungan samudera dapat berada di manapun di bumi yang ditutupi oleh air laut, tetapi secara geologi, cekungan samudera adalah cekungan geologi yang berada dibawah laut. Secara geologi, fitur geomorfologi seperti palung dan pegunungan bawah laut yang bukan bagian dari cekungan laut, sementara secara hidrologi, cekungan laut termasuk fitur gemorfologi.
Samudera Atlantik dan samudera Arktik adalah salah satu contoh cekungan samudera aktif, sementara laut Tengah menciut. Samudera Pasifik juga cekungan aktif yang menyusut walaupun memiliki palung laut dan penggung bukit laut yang menyebar. Teluk Meksiko adalah salah satu cekungan samudera yang sudah tidak aktif. Contoh lainnya adalah laut Jepang dan laut Bering.
Gosong pasir, atau gosong saja, adalah bentukan daratan yang terkurung atau menjorok pada suatu perairan, biasanya terbentuk dari pasir, geluh, dan atau kerikil. Bentukan geografi ini terjadi akibat adanya aliran dangkal dan sempit sehingga memungkinkan pengendapan material ringan dan mengarah pada pendangkalan tubuh air. Gosong dapat terbentuk di laut maupun danau. Daerah muara dan perairan dangkal, seperti pantai-pantai di Laut Jawa, banyak memiliki gosong.
Ukuran gosong, yang biasanya memanjang, dapat beberapa meter hingga ratusan kilometer, membentuk "penghalang" pantai. Gosong dapat tenggelam bila terjadi pasang naik dan membahayakan pelayaran.
Dalam pengertian pelayaran, "gosong" memiliki arti yang sama dengan dangkalan: bentukan dangkal yang biasanya terbentuk dari pasir dengan kedalaman hingga enam tombak. Termasuk di dalamnya adalah penumpukan geluh yang biasanya ditemui di muara sungai, yang berpotensi menjadi delta.
Belahan daratan, terkadang dikapitalkan menjadi Belahan Daratan, merupakan belahan Bumi yang memiliki kemungkinan luas daratan terbesar. Terletak di 47°13′N 1°32′W / 47.217°N 1.533°W (dekat kota Nantes, Perancis).[1][2] Setengah Bumi lainnya adalah belahan air.
Belahan daratan memiliki tujuh per delapan daratan di Bumi,[1] termasuk Eropa, Afrika, Amerika Utara, sebagian besar Asia dan sebagian besar Amerika Selatan. Eropa berada di tengah belahan daratan. Tetapi, karena luas lautan di belahan daratan masih lebih besar daripada luas daratan, belahan daratan berarti belahan dimana banyak daratan, tapi bukan belahan dimana luas daratan lebih besar daripada luas lautan.
Belahan lautan, terkadang dikapitalkan sebagai Belahan Lautan, adalah belahan Bumi yang memiliki luas lautan terbesar. Terletak di 47°13′S 178°28′E / 47.217°S 178.467°E, dekat Kepulauan Bounty Selandia Baru.[1][2] Setengah Bumi lainnya adalah belahan daratan.
Belahan lautan hanya memiliki satu per delapan daratan Bumi,[1] meliputi Australia, Selandia Baru, Antarktika, sebagian kecil Asia Tenggara dan bagian selatan Amerika Selatan. Sebagian besar Samudera Pasifik dan Samudera Hindia berada di belahan lautan. Luas lautan belahan ini lebih besar daripada belahan daratannya, tapi luas lautan di belahan daratan lebih besar daripada luas daratannya.
Belahan Timur or eastern hemisphere, adalah sebutan geografis untuk setengah Bumi yang terletak di timur Prime Meridian (yang melintasi Greenwich, Inggris, Britania Raya) dan barat bujur 180°.[3] Juga digunakan dalam hal geografi untuk merujuk pada Eropa, Asia, Afrika, dan Australia, vis-à-vis, Belahan barat yang meliputi Benua Amerika. Selain itu, juga dapat digunakan dalam hal budaya atau geopolitik sebagai sinonim bagi 'Dunia Tua'.
Sekitar 85% poppulasi dunia menetap di Belahan Timur
Garis yang membatasi belahan timur dan barat adalah konvensi arbitrasi, tidak seperti ekuator (garis imajinasi yang melintasi bagian tengah bumi), (jauh dari kutub Bumi) yang membelah Belahan Utara dan Selatan. Prime Meridian di bujur 0° dan Garis Waktu Internasional sekitar bujur 180° adlaah batas yang disetujui, sejak mereka membagi bujur timur dari bujur barat. Menggunakan ini, garis demarkasi memasukkan bagian dari Eropa Barat, Afrika, dan Rusia Timur ke belahan barat, menghapus ketidakbergunanya garis ini untuk kartografi juga untuk masalah geopolitik sejak seluruh Eurasia dan Afrika dimasukkan dalam belahan timur. Meridian 20°B dan 160°T sering digunakan,[4][5] yang meliputi semua daratan Eropa dan Afrika tapi juga meliputi sebagian kecil timurlaut Greenland (dianggap sebagai bagian dari Amerika Utara) dan tak termasuk lebih dari Rusia Timur dan Oseania (contohnya Selandia Baru).
Dua wilayah besar Antarktika diberi nama sesuai posisinya yang berada di belahan tunggal; Antarktika Timur dinamai sesuai Eastkyle.
Selain angin, arus – arus dipengaruhi oleh paling tidak tiga faktor, yaitu (sahala hutabarat,1986) : 1.Bentuk Topografi dasar lautan dan pulau – pulau yang ada di sekitarnya : Beberapa sistem lautan utama di dunia sibatasi oleh massa daratan dari tiga sisi dan pula oleh arus equatorial counter di sisi yang keempat. Batas – batas ini menghasilkan sistem aliran yang hampir tertutup dan cenderung membuat aliran mengarah dalam suatu bentuk bulatan.
2.Gaya Coriollis dan arus ekman : Gaya Corriolis mempengaruhi aliran massa air, di mana gaya ini akan membelokkan arah mereka dari arah yang lurus. Gaya corriolis juga yangmenyebabkan timbulnya perubahan – perubahan arah arus yang kompleks susunannya yang terjadi sesuai dengan semakin dalamnya kedalaman suatu perairan.
3.Perbedaan Densitas serta upwelling dan sinking : Perbedaan densitas menyebabkan timbulnya aliran massa air dari laut yang dalam di daerah kutub selatan dan kutub utara ke arah daerah tropik.
Adapun jenis – jenis arus dibedakan menjadi 2 bagian, yaitu : 1.Berdasarkan penyebab terjadinya Arus Ekman : Arus yang dipengaruhi oleh angin Arus termohaline : Arus yang dipengaruhi oleh densitas dan gravitasi Arus pasut : Arus yang dipengaruhi oleh pasut Arus Geostropik : Dipengaruhi oleh gradien tekanan mendatar dan gaya coriolis Wind Driven Current : Dipengaruhi oleh pola pergerakan angin dan terjadi pada lapisan permukaan
2.Berdasarkan Kedalaman Arus permukaan : Terjadi pada beberapa ratus meter dari permukaan, bergerak dengan arah horizontal dan dipengaruhi oleh pola sebaran angin Arus dalam : Terjadi jauh di dasar kolom perairan, arah pergerakannya tidak dipengaruhi oleh pola sebaran angin dan mambawa massa air dari daerah kutub ke daerah ekuator
Cekungan samudera dapat berada di manapun di bumi yang ditutupi oleh air laut, tetapi secara geologi, cekungan samudera adalah cekungan geologi yang berada dibawah laut. Secara geologi, fitur geomorfologi seperti palung dan pegunungan bawah laut yang bukan bagian dari cekungan laut, sementara secara hidrologi, cekungan laut termasuk fitur gemorfologi.
Samudera Atlantik dan samudera Arktik adalah salah satu contoh cekungan samudera aktif, sementara laut Tengah menciut. Samudera Pasifik juga cekungan aktif yang menyusut walaupun memiliki palung laut dan penggung bukit laut yang menyebar. Teluk Meksiko adalah salah satu cekungan samudera yang sudah tidak aktif. Contoh lainnya adalah laut Jepang dan laut Bering.
Gosong pasir, atau gosong saja, adalah bentukan daratan yang terkurung atau menjorok pada suatu perairan, biasanya terbentuk dari pasir, geluh, dan atau kerikil. Bentukan geografi ini terjadi akibat adanya aliran dangkal dan sempit sehingga memungkinkan pengendapan material ringan dan mengarah pada pendangkalan tubuh air. Gosong dapat terbentuk di laut maupun danau. Daerah muara dan perairan dangkal, seperti pantai-pantai di Laut Jawa, banyak memiliki gosong.
Ukuran gosong, yang biasanya memanjang, dapat beberapa meter hingga ratusan kilometer, membentuk "penghalang" pantai. Gosong dapat tenggelam bila terjadi pasang naik dan membahayakan pelayaran.
Dalam pengertian pelayaran, "gosong" memiliki arti yang sama dengan dangkalan: bentukan dangkal yang biasanya terbentuk dari pasir dengan kedalaman hingga enam tombak. Termasuk di dalamnya adalah penumpukan geluh yang biasanya ditemui di muara sungai, yang berpotensi menjadi delta.
Belahan daratan, terkadang dikapitalkan menjadi Belahan Daratan, merupakan belahan Bumi yang memiliki kemungkinan luas daratan terbesar. Terletak di 47°13′N 1°32′W / 47.217°N 1.533°W (dekat kota Nantes, Perancis).[1][2] Setengah Bumi lainnya adalah belahan air.
Belahan daratan memiliki tujuh per delapan daratan di Bumi,[1] termasuk Eropa, Afrika, Amerika Utara, sebagian besar Asia dan sebagian besar Amerika Selatan. Eropa berada di tengah belahan daratan. Tetapi, karena luas lautan di belahan daratan masih lebih besar daripada luas daratan, belahan daratan berarti belahan dimana banyak daratan, tapi bukan belahan dimana luas daratan lebih besar daripada luas lautan.
Belahan lautan, terkadang dikapitalkan sebagai Belahan Lautan, adalah belahan Bumi yang memiliki luas lautan terbesar. Terletak di 47°13′S 178°28′E / 47.217°S 178.467°E, dekat Kepulauan Bounty Selandia Baru.[1][2] Setengah Bumi lainnya adalah belahan daratan.
Belahan lautan hanya memiliki satu per delapan daratan Bumi,[1] meliputi Australia, Selandia Baru, Antarktika, sebagian kecil Asia Tenggara dan bagian selatan Amerika Selatan. Sebagian besar Samudera Pasifik dan Samudera Hindia berada di belahan lautan. Luas lautan belahan ini lebih besar daripada belahan daratannya, tapi luas lautan di belahan daratan lebih besar daripada luas daratannya.
Belahan Timur or eastern hemisphere, adalah sebutan geografis untuk setengah Bumi yang terletak di timur Prime Meridian (yang melintasi Greenwich, Inggris, Britania Raya) dan barat bujur 180°.[3] Juga digunakan dalam hal geografi untuk merujuk pada Eropa, Asia, Afrika, dan Australia, vis-à-vis, Belahan barat yang meliputi Benua Amerika. Selain itu, juga dapat digunakan dalam hal budaya atau geopolitik sebagai sinonim bagi 'Dunia Tua'.
Sekitar 85% poppulasi dunia menetap di Belahan Timur
Garis yang membatasi belahan timur dan barat adalah konvensi arbitrasi, tidak seperti ekuator (garis imajinasi yang melintasi bagian tengah bumi), (jauh dari kutub Bumi) yang membelah Belahan Utara dan Selatan. Prime Meridian di bujur 0° dan Garis Waktu Internasional sekitar bujur 180° adlaah batas yang disetujui, sejak mereka membagi bujur timur dari bujur barat. Menggunakan ini, garis demarkasi memasukkan bagian dari Eropa Barat, Afrika, dan Rusia Timur ke belahan barat, menghapus ketidakbergunanya garis ini untuk kartografi juga untuk masalah geopolitik sejak seluruh Eurasia dan Afrika dimasukkan dalam belahan timur. Meridian 20°B dan 160°T sering digunakan,[4][5] yang meliputi semua daratan Eropa dan Afrika tapi juga meliputi sebagian kecil timurlaut Greenland (dianggap sebagai bagian dari Amerika Utara) dan tak termasuk lebih dari Rusia Timur dan Oseania (contohnya Selandia Baru).
Dua wilayah besar Antarktika diberi nama sesuai posisinya yang berada di belahan tunggal; Antarktika Timur dinamai sesuai Eastkyle.
Langganan:
Komentar (Atom)